FFI Best Actors: 1955 - Present
1955 - 1980
1955
- A.N. Alcaff (Lewat Djam Malam).
- A. Hadi (Tarmina).
1960
- Soekarno M. Noor (Anakku Sajang).
1967
- Soekarno M. Noor (Dibalik Tjahaja Gemerlapan).
1973
- Benyamin Sueb (Intan Berduri).
1974
- Mang Udel (Si Mamad, aktor terbaik dengan pujian).
- Kusno Sudjarwadi (Rio Anakku, aktor terbaik dengan penghargaan).
1975
- Slamet Rahardjo,
(Ranjang
Pengantin).
1976
1977
- Benyamin Sueb (Si Doel Anak
Modern).
1978
- Kaharuddin Syah
(Letnan
Harahap).
1979
- Soekarno M. Noor (Kemelut
Hidup).
- Parto Tegal (Pulau
Cinta).
- El
Manik (Gara-Gara
Istri Muda).
- Maruli Sitompul
(November 1828).
1980
- No Winner.
- Fachrul Rozi (Harmonikaku).
- W.D. Mochtar (Yuyun Pasien Rumah Sakit Jiwa).
- Ryan Hidayat (Anna Maria).
- Zainal Abidin (Si Pincang).
- Deddy Hariadi (Si Pincang).
1981 - 1992
1981
- Maruli Sitompul (Laki-Laki dari Nusakambangan).
- Adi Kurdi (Gadis Penakluk).
- Dian Hasri (Usia 18).
1982
- Zainal Abidin (Putri Seorang Jenderal).
- Deddy Mizwar (Bukan Impian Semusim).
- Zainal Abidin (Mawar Jingga).
- S. Bagio (Sang Guru).
1983
- Slamet Rahardjo (Di Balik Kelambu).
- Roy Marten (Tapak-Tapak
Kaki Wolter Monginsidi).
- W.D. Mochtar (Rara
Mendut).
- El Manik (Titian
Serambut Dibelah Tujuh).
1984
- El Manik (Budak
Nafsu)
- Ray Sahetapy (Ponirah
Terpidana).
- Amoroso Katamsi
(Pengkhianatan
G30S/PKI).
- Deddy Mizwar (Sunan
Kalijaga).
- Rano Karno (Yang
(Terlarang Tersayang)).
1985
- Alex Komang (Doea Tanda Mata).
- Deddy Mizwar (Saat-Saat
Kau Berbaring di Dadaku).
- Ray Sahetapy (Kerikil-Kerikil
Tajam).
- Zainal Abidin (Kembang
Kertas).
- Rano Karno (Ranjau-Ranjau
Cinta).
1986
- Deddy Mizwar (Arie
Hanggara).
- Ray Sahetapy (Opera
Jakarta).
- Mathias Muchus
(Beri
Aku Waktu).
- Deddy Mizwar (Kejarlah
Daku Kau Kutangkap).
1987
- Deddy Mizwar (Nagabonar).
- El Manik (Biarkan
Bulan Itu).
- Slamet Rahardjo (Kodrat).
- Rano Karno (Arini
(Masih Ada Kereta yang Akan Lewat)).
- Cok Simbara (Penyesalan
Seumur Hidup).
1988
- Mathias Muchus (Istana
Kecantikan).
- Deddy Mizwar (Ayahku).
- Pitrajaya
Burnama (Tjoet Nja'
Dhien).
- Ray Sahetapy (Tatkala
Mimpi Berakhir).
1989
- Rachmat Hidayat
(Pacar Ketinggalan
Kereta).
- Rano Karno (Arini
II (Biarkan Kereta itu Lewat)).
- Eeng Saptahadi
(Semua
Sayang Kamu).
- Mang Udel (Si
Badung).
- Ray Sahetapy (Noesa
Penida (Pelangi Kasih Pandansari)).
1990
- Rano Karno (Taksi).
- Deddy Mizwar (2
dari 3 Laki-Laki).
- Ray Sahetapy (Jangan
Bilang Siapa-Siapa).
- Sophan Sophiaan (Sesaat
dalam Pelukan).
- Didi Petet (Joe
Turun ke Desa).
1991
- Tio Pakusadewo
(Lagu untuk
Seruni).
- Didi Petet (Boneka
dari Indiana).
- Mathias Muchus (Cintaku di Way
Kambas).
- Rachmat Hidayat (Potret).
- Dede Yusuf (Perwira
dan Ksatria).
1992
- Jamal Mirdad (Ramadhan dan
Ramona).
- Cok Simbara (Plong (Naik
Daun)).
- Rhoma Irama (Nada dan
Dakwah).
- Rano Karno (Kuberikan
Segalanya).
Since 2004
2004
- Tora Sudiro (Arisan!).
- Nicholas
Saputra (Ada Apa dengan
Cinta?).
- Winky Wiryawan
(Mengejar
Matahari).
- Tosan
Wiryawan (Marsinah: Cry
Justice).
- Derby Romero (Petualangan
Sherina).
2005
- Nicholas Saputra (Gie).
- Nicholas Saputra (Janji Joni).
- Bucek Depp (Brownies).
- Mike Muliadro
(Detik Terakhir).
- Deddy Mizwar (Ketika).
2006
- Albert Fakdawer
(Denias,
Senandung di Atas Awan).
- Aries
Budiman (Garasi).
- Dwi Sasono (Mendadak
Dangdut).
- Ramon Y. Tungka
(Ekskul).
- Ringgo Agus
Rahman (Jomblo)
2007
- Deddy Mizwar (Naga Bonar Jadi 2)
- Tora Sudiro (Naga Bonar Jadi 2)
- Ringgo Agus Rahman (Get Married)
- Dwi Sasono (Mengejar Mas-Mas)
- Fachry Albar (Kala)
| | source: d.wikipedia.org |
|
| |
|
Home > Indonesian Film Fests Home > Indonesian Film Festival (FFI) - Best Actors
|